Tarbiyah: Rahasia Jadi Generasi Juara

Pernah kepikiran nggak, gimana caranya ngebentuk komunitas atau bangsa yang solid? Ternyata ada dua kuncinya: takwinus syakhshiyyah (ngebangun karakter diri sendiri) dan takwinu ruhil jama’ah (ngebangun semangat kebersamaan).

Nah, Rasulullah dulu pakai satu metode rahasia buat ngubah masyarakat yang berantakan jadi luar biasa: namanya Tarbiyah.

Foto oleh Annie Spratt di Unsplash

Apa sih Tarbiyah itu?

Banyak yang ngira tarbiyah itu cuma belajar di kelas. Padahal, tarbiyah itu lebih dari sekadar transfer knowledge:

  • Makna Bahasa: Berasal dari kata yang artinya tumbuh, bertambah, memperbaiki, dan memimpin. Jadi, intinya adalah proses buat "upgrade" diri.
  • Metode Ideal: Menurut Syaikh Ali Abdul Halim Mahmud, tarbiyah adalah cara paling oke buat berinteraksi dengan karakter manusia supaya berubah jadi lebih baik, baik lewat obrolan langsung maupun lewat teladan.
  • Beda sama Belajar Biasa: Kalau Ta’lim itu cuma kasih ilmu, dan Tabligh itu kasih informasi, Tarbiyah itu fokusnya memperbaiki aqidah, pola pikir (fikrah), akhlak, dan ibadah. Tarbiyah itu ngetuk pintu hati dan akal kita supaya lebih semangat hidupnya.

Flashback: Kondisi Sebelum Ada Tarbiyah

Dulu, masyarakat Arab disebut zaman Jahiliyyah bukan karena mereka nggak pintar, tapi karena mereka "bodoh" soal hakikat kebenaran. Mereka galau berat dan tersesat jauh dari ajaran tauhid:

  1. Salah Sembah: Ada yang menyembah malaikat karena dikira anak Tuhan, ada yang menyembah jin (sampai kasih sesajen di tempat angker), bahkan ada yang menyembah bintang dan matahari karena dikira pengatur alam.
  2. Gaya Hidup Toksik: Mabuk-mabukan, judi, dan perzinaan itu dianggap biasa banget. Saking parahnya, kata Bunda Aisyah, kalau ayat larangan mabuk turun duluan, pasti orang-orang bakal nolak buat berhenti.
  3. Hobi Ribut: Mereka suka banget berantem antar suku. Masalah sepele kayak kuda kalah balapan atau unta yang luka bisa bikin perang sampai 40 tahun!
  4. Nggak Punya Aturan: Nggak ada hukum tetap, makanya rampok-merampok dan perbudakan terjadi di mana-mana. Bahkan sopan santun pun nggak ada, seperti tawaf sambil telanjang.

Kondisinya bener-bener Dholalun Mubin alias sesat yang nyata: bodoh, rendah diri, lemah, dan pecah belah.

Penyelamatan Lewat Tarbiyah

Allah nggak biarin mereka terus-terusan kayak gitu. Diutuslah Rasulullah untuk ngelakuin tiga hal:

  • Tilawah: Membacakan ayat-ayat Allah buat buka pikiran tentang mana yang bener dan salah.
  • Tazkiyah: Proses "detoks" jiwa. Membersihkan hati dari sifat buruk dan menghiasinya dengan akhlak mulia.
  • Ta’limul Minhaj: Ngajarin panduan hidup, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah.

Hasilnya? Mind-Blowing!

Lewat tarbiyah, masyarakat yang tadinya kacau berubah jadi Khairu Ummah (umat terbaik):

  • Dari Bodoh jadi Berilmu: Mereka jadi paham iman yang bener.
  • Dari Rendah jadi Berwibawa: Punya harga diri dan akhlak yang top banget.
  • Dari Pecah jadi Bersatu: Mereka jadi kuat karena punya visi yang sama.
  • Jadi Pemimpin Dunia: Hebatnya lagi, mereka bisa membebaskan wilayah luas, mulai dari Persia, Mesir, sampai ke perbatasan Cina dengan membawa keadilan Islam.

Kesimpulannya...

Kalau sekarang kita ngerasa umat lagi lemah, banyak yang pecah belah, atau kehilangan arah, obatnya cuma satu: Tarbiyah Islamiyah.

Ingat kata Imam Malik: "Kondisi umat generasi sekarang nggak bakal bisa diperbaiki, kecuali pakai cara yang dulu dipakai buat memperbaiki generasi pertamanya."


Post a Comment

0 Comments